Museum Yang Diakui Oleh UNESCO
Selain pantai, air terjun, dan pura. Bali juga dikenal dengan adanya kawasan obyek wisata Gunung Batur telah ditetapkan menjadi Geopark (taman bumi) pertama di Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2012. Pengakuan tersebut didapat setelah UNESCO memberikan pengakuan kepada Caldera Gunung Batur menjadi anggota Global Geopark Network Unesco pada Geopark Conference ke-11 bulan September 2012 lalu di Arouca,
diikuti juga oleh Portugal bersama 91 geopark dari 27 negara. Selain Caldera Gunung Batur, setidaknya ada 5 calon lainnya. Kelima calon tersebut adalah Danau Toba (Sumut), Merangin (Jambi), Gunung Rinjani (NTB), Raja Ampat (Papua), dan kawasan Kars Sewu (Jawa Tengah).
Gunung Batur merupakan salah satu gunung berapi aktif yang ada di Bali. Gunung ini memiliki bentuk kerucut dengan tiga kawah dan masing-masing kawahnya bernama, Batur I, Batur II, dan Batur III.
Kawasan Gunung Batur merupakan bentangan vulkanik yang sangat indah dengan dua caldera dan terdapat danau di dalamnya yang juga memiliki nama yang sama dengan nama gunungnya yakni Danau Batur.
Danau Batur sendiri memiliki bentuk seperti bulan sabit berwarna biru yang sangat indah dan memiliki luas 16 km dan keliling 22 km. Danau ini terbentuk akibat terkumpulnya air hujan selama ribuan tahun. Pembangunan Museum Gunung Batur dilatar belakangi oleh suatu kenyataan bahwa Indonesia adalah negara yang paling banyak memiliki gunung api.
Ada 129 gunung api atau 13% gunung api dunia, yang terbentang luas dari pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kepulauan Banda, Halmahera hingga Sulawesi bagian utara, membentuk suatu busur gunung api Indonesia.
Dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Italia dan negara lainnya yang memiliki jumlah gunung api lebih sedikit telah memiliki museum gunung api. Salah satu karya yang menjadikan museum ini dikenal adalah, karya lukisan grafis mitologi Bedawang Nala yang membawa Gunung Semeru, Jawa Timur ke Bali membentuk Gunung Batur dan Gunung Agung.
Langkah Awal Untuk Masuk Dan Menikmati Karya-Karya Yang Dipampang Di Areal Loby
Disitu ada lukisan grafis tentang mitologi Bedawang Nala yang menceritakan Hyang Pasupati yang bertahta di Gunung Semeru memerintahkan Sanghyang Benawang Nala, Sanghyang Naga Anantaboga, Sanghyang Naga Basukih dan Sanghyang Naga Taksaka memindahkan sebagian Puncak Gunung batur Semeru ke Bali Dwipa agar keadaan Bali tidak goyah.
Sanghyang Banawang Nala menjadi dasar puncak Gunung Semeru yang akan dipindahkan ke Bali. Sanghyang Naga Anantaboga dan Sanghyang Naga Basukih menjadi tali pengikatnya.
Sedangkan Sanghyang Naga Tatsaka disamping menjadi tali pengikat Puncak Gunung Semeru yang akan dipindahkan ke Bali sekaligus menerbangkan dari Jawa Dwipa Wetan ke Bali Dwipa.
Setiba di Bali, bagian puncak gunung Semeru yang dibawa dengan tangan kanan menjadi Gunung Agung sedangkan yang dibawa dengan tangan kiri menjadi Gunung Batur. Kedua gunung inilah terkenal sebagai Dwi Lingga Giri yang kemudian menjadi Parahyangan Purusa dan Pradana.
Anda Bisa Memahami Illustrasi Pembentukan Gunung Api Lewat
Ada suatu panel yang dimana menampilkan sketsa pembentukan suatu gunung api. And juga akan mendapatkan pelajaran mengenai Planet Bumi yang mempunyai banyak cairan dan air dipermukaan. Yang salah satu penjelasan yang disampaikan seperti, pembentukan dan komposisi magma serta lokasi dan kejadian gunung api. Dan juga mengenai kerak Benua yang mempunyai tebal 35 Km, dan masih banyak lagi yang bisa anda dapatkan di ruangan ini. Beberapa mahakarya yang dipaparkan antara lain panel yang menampilkan berbagai gambar material hasil letusan gunung api, seperti lava, piroklastik atau pasir, dan bomb vulkanik.
Presentasi Singkat Mengenai Gunung Batur dan Agung
Disini anda akan disuguhi dengan slide-show Gunung Batur dan Gunung Agung pada saat sebelumnya. Anda juga dapat mengetahui bagaimana keadaan Gunung Api Batur dari tahun 1915, 1926, 1956 dan sampai sekarang. Dan juga pengunjung dapat mengetahui dampak yang dihasilkan letusan Gunung Agung pada tahun 1963 yang memperlihatkan kerusakan dan korban jiwa.
Illustrasi Animasi Letusan
Di dalam museum Batur mempunyai 3 buah kompute. Anda akan dijelaskan mengenai parameter yang mempengaruhi suatu letusan gunung api secara menarik dan aktraktif yaitu melalui sebuah game. Dalam game ini anda dapat bermain sekaligus belajar tentang Gunung Berapi. Misalnya anda dapat menentukan sendiri tipe letusan yang diinginkan, yang mana nantinya dari setiap perbedaan parameter yang dipilih akan menghasilkan tipe letusan yang berbeda.
Keistimewaan Game Evolusi Kaldera Batur Dan Bagi Anda Yang Gemar Dengan Gunung, Maka Jawaban Lebih Lengkap Akan Ditemukan Disini
Lain halnya seperti pada panel dan komputer. Keistimewaan ini akan dijelaskan bagaimana sejarah evolusi Batur Purba menjadi Kaldera Batur yang sekarang. Gunung Batur Purba tingginya 3000 m di atas permukaan laut. Dapat anda bayangkan betapa tinggi dan besarnya Gunung Batur Purba itu. Sejarah mengatakan Penelokan yang sekarang dahulunya merupakan kaki Gunung Batur. Mengalami berbagai Evolusi yang dimulai dari letusan pertama Gunung Batur Purba yang membentuk parasit Gunung Abang di sebelah timur lereng Gunung Batur Purba.
Pada 29.300 tahun yang lalu terjadi letusan yang sangat dahsyat yang menghancurkan sebagian dari puncak Gunung Batur Purba. Hancurnya sebagian Puncak Gunung Batur Purba membentuk kaldera I dengan diameter 13 km x 8 km dan hasil letusannya mengendap menjadi Ignimbrit Ubud. Vulkanisme Gunung Api Batur masih terus berlangsung. Pada 20.150 tahun yang lalu terjadi letusan yang membentuk kaldera II dengan diameter 7 km.
Fenomena Alam Gunung Batur Purba berhenti setelah letusan besar pada 5.500 tahun yang lalu. Dimana vulkanisme membentuk tiga kerucut Gunung Batur yang sekarang. Letusan Gunung Batur ini menghasilkan hujan yang lama, dan karena adanya cekungan di kaldera, air hujan inim tertampung dan terbentuklah Danau Batur. Demikian evolusi Gunung Batur Purba hingga menjadi Gunung Batur yang sekarang.
Apa Saja Peralatan Monitoring Gunung Api Yang Dipakai Di Indonesia?
Di Museum Gunung Batur juga dilengkapi dengan alat pemantau. Beberapa panel tentang sistem dan peralatan pengamatan gunung api serta panel peringatan dini dapat anda temukan disini. Melalui panel ini anda akan mengetahui bagaimana cara dan alat apa saja yang dipergunakan untuk memantau aktivitas gunung api. Dipamerkan juga Real Time Camera, melalui media CCTV pengunjung dapat memantau atau melihat langsung segala kejadian yang terjadi saat itu pula di sekitar kawah dan danau Batur. Selain CCTV tersedia ruangan monitoring viual. Dari sini anda dapat melihat langsung keadaan di sekitar gunung Batur dengan teropong yang tersedia di lantai 3.
jangan lupa unttuk menikmati perjalanan anda silahkan memesan sewa mobil di bali di korina tour selamat berlibur…


